x

Selama masa pandemi COVID-19 ini, tim kami bekerja secara hybrid antara di kantor dan diluar kantor. Mohon hubungi kami di [email protected] Untuk hal darurat, hubungi atau kirim pesan melalui Whatsapp di +852 5648 0990 (Bahasa Indonesia).

Apakah skema Ponzi itu? Bagaimana cara terhindar penipuan saat berinvestasi?

Skema Ponzi dan penipuan investasi harus dihindari. Berikut beberapa cara untuk memahami dan mengenali mereka:

Sebuah skema Ponzi adalah sebuah skema investasi yang ilegal. Investor pertama dibayar sejumlah uang yang disebut “pengembalian” dari uang yang dikontribusikan oleh investor-investor baru. 

Pelaku skema Ponzi biasanya menipu investor baru dengan menjanjikan sebuah peluang investasi yang menghasilkan pengembalian banyak dengan tingkat resiko yang sangat rendah (resiko = peluang kehilangan uang dalam investasi). Investor dapat disuruh mengajak sejumlah investor baru sebelum menjadi bagian investasi. Biasanya, keluarga dan teman yang diajak untuk mengikuti skema tersebut. Mereka memberikan uang yang mereka percaya akan diinvestasikan ke sebuah perusahaan, tetapi kenyataannya dipakai untuk membayar investor lama sebagai ‘pengembalian’ mereka. 

Kenali tanda-tanda bahaya berikut untuk menghindari penipuan:

  • Tanda #1. Resiko rendah dan pengembalian tinggi

Tidak ada peluang investasi yang ‘terjamin’ Setiap investasi memiliki resiko dan pada umumnya pengembalian tinggi melibatkan resiko tinggi juga. Jika sebuah investasi ber-pengembalian secara teratur dan dengan jumlah positif, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan, mungkin terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Nilai investasi cenderung naik turun seiring waktu, apalagi investasi yang berpotensi ber-pengembalian tinggi. 

Tanya diri sendiri: Apakah saya memahami resiko investasi saat dibandingkan dengan kemungkinan pengembalian. 

  • Tanda #2. Kurang mengerti investasi/perusahaan tersebut

Kunci melindungi diri dari penipuan investasi adalah menghindari investasi yang Anda kurang paham atau Anda kesulitan mencari informasi tentangnya. Skema Ponzi biasanya tidak terdaftar di catatan pemerintah dan melibatkan orang tidak berlisensi atau firma yang tidak terdaftar. Pendaftaran/registrasi sangat penting karena menyediakan akses bagi investor untuk mengetahui informasi penting seperti pengelolaan perusahaan, produk, jasa, dan keadaan keuangan. Jangan percaya apabila diberitahu jika tidak bisa meninjau informasi yang tertulis tentang investasi secara 

Tanya diri sendiri: Apakah saya memiliki informasi cukup tentang perusahaannya? Apakah saya memiliki akses melihat informasi tersebut dan memahaminya? 

  • Tanda #3. Perekrutan/pengajakan teman dan keluarga. 

Korban skema piramida biasanya diharuskan mengajak orang lain ke skema tersebut. Uang dari investor baru, teman dan keluarga mereka, digunakan oleh penyelenggara skema tersebut untuk mewakili ‘keuntungan’ dari yang disebut investasi. Pada akhirnya, penyelenggara skema piramida akan lari dengan uang yang harus dibayarkan. 

Tanya diri sendiri: Apakah saya memahami resiko ketika mengajak teman? Apakah ada penjelasan yang jelas tentang penghitungan pengembalian?

  • Tanda #4. Kesulitan menerima pembayaran. 

Penyelenggara skema piramida sering menyuruh investor melipatgandakan investasi mereka dan menjanjikan pengembalian yang lebih besar. Mulai curiga jika Anda kesulitan meng-uangkan atau menerima hasil dari investasi Anda. 

Tanya diri sendiri: Apakah ada proses sistematis tentang bagaimana investor dapat menguangkan investasi mereka sewaktu-waktu. Apakah saya tahu kepada siapa dan di mana bertanya apabila ada masalah dengan skema investasi?

Jika Anda mencurigai sesuatu adalah penipuan, walaupun ada keraguan, hubungi hotline Pusat Koordinasi Anti Penipuan Polisi Hong Kong di 18222. Anda bisa mendapat panduan lebih jelas. 

Ikuti juga workshop kami berjudul “Menambah Tabungan” untuk belajar lebih tentang cara mengenali penipuan investasi dan berinvestasi secara aman.